Rabu, 06 Maret 2013

Arthur Holly Compton

Arthur Holly Compton (1892-1962) ialah fisikawan Amerika Serikat yang menerima enghargaan Nobel dalam fisika atas sumbangannya dalam penemuan sebuah efek yang dinamai menurut namanya (efek Compton). Dilahirkan di Ohio dan menjalani pendidikan di Wooster College dan Pricenton. Saat bekerja di Universitas Washington, St. Louis ia menemukan bahwa panjang gelombang sinar X bertambah jika mengalami hamburan, dan pada 1923 ia bisa menerangkannya menurut teori kuantum cahaya. Pekerjaan ini telah meyakinkan orang akan kebenaran realitas foton, sebenarnya Compton sendirilah yang mengajukan kata "foton". Setelah menerima hadiah Nobel Fisika pada 1927, ia bekerja di Universitas Chicago untuk mempelajari sinar cosmic dan membantu menjelaskan bahwa sebenarnya sinar ini terdiri atas partikel yang bergerak cepat (ternyata sekarang partikel itu ialah inti atom, dan sebagian besar ialah proton) yang berputar dalam ruang dan bukan sinar gamma. Ia membuktikan hal ini dengan memperlihatkan bahwa intensitas sinar cosmic berubah terhadap lintang, dan hal ini hanya bisa diterima jika partikel itu ialah ion yang lintasannya dipengaruhi medan magnet bumi.

Traversable Wormholes

Pernah dengar traversable wormhole atau lorong waktu? Atau pernah lihat film-film fiksi ilmiah yang menggambarkan tokoh-tokohnya yang bisa melmpat ke masa lalu atau bahkan ke masa depan? Nah, secara teori, hal itu bisa menjadi kenyataan, setidaknya berlandaskan pada teori relativitas Einstein.
Praktisnya, mungkin tidak lama lagi kita akan melihat mesin akselerator partikel paling powerful di dunia- melepaskan energi besa, mampu mendistorsi tidak hanya ruang (seperti halnya distorsi gravitasi di tempat-tempat bum), tapi juga waktu. Inilah mesin "Large Hadron Collider (LHO)" milik CERN yang saat ini dianggap sebagai mesin waktu paling pertama dibuat dalam sejarah umat manusia.

Mesin ini sepanjang 17 mil menyeberangi tapai batas dua negara, mempunyai detektor di 4 lokasi sebesar bangunan manusia, ditempatkan di lubang (goa) yang sangat besar dan jika Anda berada di dalamnya saat mesin ini dioperasika, Anda akan mengalami pengaruh radioaktif yang berat dan pengalaman yang fatal. Untuk satu selenoid (CMS) dibutuhkan besi yang jumlahnya lebih banyak dari besi untuk membangun menara Eiffel. Biaya untuk membangun LHC ini demikian besar, sehingga Amerika tahun 1993 menghentikan proyeknya sendiri yaitu Superconducting Super Collider (meski terowongan sepanjang 14 mil elah mereka gali di Texas.